Rabu, 01 Januari 2020

RENUNGAN KITA DIAKHIR TAHUN

MEMILIH TAFAKUR ATAU BEGADANG HINGGA KUFUR?




Assalaamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

Sahabat setia Gusti
Tahun baru adalah sebuah moment yang kita nantikan...begitu kita sangat gembira dan larut dalam suka cita ... Namun sahabat.....

Betapa banyak kita saksikan, karena begadang semalam suntuk untuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan begadang seperti ini diteruskan lagi hingga jam 1, jam 2 malam atau bahkan hingga pagi hari, kebanyakan orang yang begadang seperti ini luput dari shalat Shubuh yang kita sudah sepakat tentang wajibnya. Di antara mereka ada yang tidak mengerjakan shalat Shubuh sama sekali karena sudah kelelahan di pagi hari. Akhirnya, mereka tidur hingga pertengahan siang dan berlalulah kewajiban tadi tanpa ditunaikan sama sekali. Na’udzu billahi min dzalik.

Ketahuilah bahwa meninggalkan satu saja dari shalat lima waktu bukanlah perkara sepele. Bahkan meningalkannya para ulama sepakat bahwa itu termasuk dosa besar.

Ibnul Qoyyim -rahimahullah- mengatakan, “Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja termasuk dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, mencuri, dan minum minuman keras.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengancam dengan kekafiran bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat lima waktu. Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ


“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”[13] Oleh karenanya, seorang muslim tidak sepantasnya merayakan tahun baru sehingga membuat dirinya terjerumus dalam dosa besar.


Dengan merayakan tahun baru, seseorang dapat pula terluput dari amalan yang utama yaitu shalat malam. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ


“Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.”[14] Shalat malam adalah sebaik-baik shalat dan shalat yang biasa digemari oleh orang-orang sholih. Seseorang pun bisa mendapatkan keutamaan karena bertemu dengan waktu yang mustajab untuk berdo’a yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Sungguh sia-sia jika seseorang mendapati malam tersebut namun ia menyia-nyiakannya. Melalaikan shalat malam disebabkan mengikuti budaya orang barat, sungguh adalah kerugian yang sangat besar.


 Memilih Begadang yang Sia-Sia?

Begadang tanpa ada kepentingan yang syar’i dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk di sini adalah menunggu detik-detik pergantian tahun yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,


أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا


“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.”[15]


Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!”[16] Apalagi dengan begadang, ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh)?!


Seharusnya seseorang bersyukur kepada Allah dengan nikmat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri nikmat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Namun mensyukuri nikmat waktu adalah dengan melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah. Itulah hakekat syukur yang sebenarnya. Orang-orang yang menyia-nyiakan nikmat waktu seperti inilah yang Allah cela. Allah Ta’ala berfirman,


أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءكُمُ النَّذِيرُ


“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?” (Qs. Fathir: 37). Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang untuk hal yang sia-sia.”[23]

oleh karenanya saya mengingatkan kepada sahabat sekalian..
Sebaiknya marilah kita isi disetiap waktu dengan dzikir atau tafakkur kita sebagai rasa syukur atas karunia-Nya. kebetulan ini bertepatan dengan masa pergantian Tahun alangkah indahnya jika kita isi dengan kegiatan fositif..seperti mengajak dzikir lalu doa bersama setelahnya kemudian jika ada hiburan bisa menonton film-film sejarah islam, Nasyid / dendang yang mengingatkan kepada Kebesaran Tuhan, jika ada makanan maka makan dengan cara-cara sunnah baginda Nabi Saw dan para sahabatnya, membagi-bagi makanan kepada kaum Dhu'afa, meninggalkan Trompet dan petasan yang sejatinya bukan budaya islam, dan shalat berjamaah baik dalam tahajjud maupun shalat shubuh sebagai kewajiban kita..

Doa atau berdoa sudah barang tentu adalah kebutuhan kita sebagai hamba-hambaNya yang berhajat kepada-Nya. 

Demikian Renungan akhir Tahun bagi kita ini semoga mendapatkan keberkahan dari Allah swt. Aamiin ya Robbal 'alamiin

Hanya Allah sajalah sang pemilik kesempurnaan, sesungguhnya segala kelemahan dan kekurangan adalah haq saya sebagai seorang hamba yang lemah lagi penuh dengan alfa.

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali mereka yg beriman dan mereka yg mengerjakan amal-amal shalih, dan mereka yang saling nasihat menasihati dalam kebenaran dan mereka yang saling menasihati dengan kesabaran.”

akhir kata wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh.

abdil fakir 
GUSTI HIKAYAT

Tuhanku, aku berharap... 
Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini 
dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu.
Janganlah pupuskan harapanku. 
Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.



Selamat Tinggal tahun yang telah berlalu...Selamat Datang Tahun Baru 2020
Semoga Kita senatiasa dalam lindungan kasih sayang Nya...aamiin...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar nya ya?

Sukai dan Share

JASA PENULISAN KALIGRAFI Penulisan kaligrafi masjid yang ditulis langsung pada dinding, dengan kombinasi khat tsulus, naskhi, riq’i, kufi...

BACA JUGA