Indonesia Merupakan negara yang sangat luas, besar, dan punya banyak kekayaan, baik dari alam maupun manusianya. banyak orang orang bijak yang berasal dari indonesia, bukan hanya sekarang, tapi orang orang dulu juga sudah panadi dalam menyusun kata kata bijak. berikut adalah kata kata bijak dari berbagai suku di indonesia CEKIDOT GAN -->

Kalimantan :
Rimae (artinya): Tampayahe bahalap padahal pananjaru (Nampaknya baik, tapi nyatanya pembohong)

Bisa bulue dia belange (Basah kulit tidak belangnya)

Rimae (artinya): Taloh gawi je dia mandinun hasil (Pekerjaan yang tidak mendatangkan hasil)

Baka-bakas bua rangas (tua(tua buah rangas)

Rimae (artinya): Oloh jadi bakas baya gawie kilau anak tabela

(Walau pun sudah tua, tapi kerjanya seperti anak-anak).

Karas nyaho jaton ujan (Deras petir tanpa hujan=

Rimae (artinyanya):Are pander jatun katotoe (besar mulut tanpa bukti).

Kalah batang awi sampange (kalau sungai karena anak sungainya)

Rimae (artinya): Nihau tintu je solake tagal panggawi rahian

(Hilang arah semula karena ulah yang kemudian).

Dia tau pisang handue mamua (Pisang tak bisa berbuah dua kali).

Rimae (artinya): Kabakas tuntang kagancang dia tau haluli akan tampara

(Kedewasaan dan kekuatan tak bisa kembali ke awal).

Tingang manganderang into bitie (Enggang menggema di dalam tubuhnya saja)

Rimae (artinya):Tamam pander baya jaton gawie (Hebat omongnya saja, tanpa kerja).

Ampit manak tingang(Pipit beranak enggang).

Rimae (artinya): Oloh je tau menggatang tarung oloh bakase.

(Seseorang yang bisa mengangkat martabat orangtua)
Waja sampai kaputing (artinya) : bahasa Indonesia : Terbuat dari baja mulai pangkal sampai ke ujungnya), maksudnya perjuangan yang tak pernah berhenti hingga tetes darah penghabisan.
dijadikan jg semboyan KODAM VI Mulawarman Balikpapan "Gawi Manuntung, Waja Sampai Ka Puting"
Jawa :
1.“Tansah ajeg mesu budi lan raga nganggo cara ngurangi mangan lan turu”. Artinya Kurangi makan dan tidur yang berlebihan agar kesehatan kita
senantiasa terjaga.

2.“Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning Hyang sukmo”. Artinya
Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan.

3.“Ambeg utomo, andhap asor”. Artinya Selalu menjadi yang utama tapi selalu rendah hati.

4.“Ora kena nglarani”. Artinya Jangan melukai orang lain.

5.“Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati”. Artinya Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat.

6.“Ala lan becik iku gegandhengan, Kabeh kuwi saka kersaning Pangeran”. Artinya Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan.

7.“Manungsa mung ngunduh wohing pakarti”. Artinya Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri.

8.“Narimo ing pandum”. Artinya Menerima segala rintangan dengan ikhlas.

9.“Adigang, adigung, adiguno “. Artinya jaga kelakuan, jangan somobong dengan kekuatan, kedudukan, ataupun latarbelakangmu.

10.“Urip kang utama, mateni kang sempurna”. Artinya Selama hidup kita melakukan perbuatan baik maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya.

11“Mohon, mangesthi, mangastuti, marem”. Artinya Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk meyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat berguna bagi sesama.

12.“Alam iki sejatining Guru”. Artinya Alam adalah guru yang sejati.

13.“Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan”. Artinya Tuhan itu dekat meski kita tubuh kita tidak dapat menyentuhnya dan akal kita dapat menjangkaunya.

14.“Memayu hayuning pribadi; memayu hayuning kulawarga; memayu hayuning sesama; memayu hayuning bawana”. Artinya berbuat baik bagi diri sendiri, keluarga, sesama manusia, makhluk hidup dan seluruh dunia.

15.“Natas, nitis, netes”. Artinya Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan Tuhan kita kembali.

17.“Aja mbedakake marang sapadha-padha”. Artinya Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia.

18.“Rela lan legawa lair trusing batin”. Artinya Ikhlas lahir batin.
Sunda :
1.Nimu luang tina burang
Artinya: semua kejadian pasti ada hikmah/ manfaatnya apabila kita bisa menyikapinya dengan cara yang positive

2.Urang kudu jadi ajug ulah jadi lilin
Artinya:Jangan sampai kita terbakar oleh ucapan kita, misalnya kita memberikan nasihat yagn baik kepada orang lain tapi dalam kenyataan sehari- hari kita terbakar oleh nasihat-2 yang kita berikan kepada yang lain tersbut, seperti layaknya lilin yang memberikan penerangan tapi ikut terbakar abis bersama api yang dihasilkan

3.Leuweung ruksak, cai beak, manusa balangsak
Artinya:hutan harus dijaga, sumber air harus dimaintain kalo tidak maka manusia akan sengsara

4.Ulah lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat ulah lali tina purwadaksina
Artinya: Integritas harus mengikuti etika yang ada

5.Mun teu ngopek moal nyapek, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih
Artinya: Segala hal harus memakai akal dan harus terus di ulik, di teliti, kalau sudah diteliti, maka jadikanlah menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan.

6.Ngeduk cikur kedah mihatur nyokel jahe kedah micarek
Artinya: Tidak boleh menjadi seorang pencuri (maling, korupsi, nilep) Bila mau mengambil barang orang harus meminta terlebih dahulu

7.Omat urang kudu bisa ngaji diri
Artinya: kita harus bisa mengkaji diri sendiri jangan suka menyalahkan orang lain

8.Tatangkalan dileuweung teh kudu di pupusti
Artinya : Pepohonan di hutan ituh harus di hormati

9.Dihin pinasti anyar pinanggih
Artinya: semua kejadian telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa yang selalu menjaga hukum-hukumnya

10.Melak cabe jadi cabe melak bonteng jadi bonteng, melak hade jadi hade melak goreng jadi goreng
Artinya: Hukum Yang Maha Kuasa adalah selalu menjaga hukum-hukum nya, apa yang ditanam itulah yang dituai, kalau kita menanam kebaikan walaupun sekecil elektron tetep akan dibalas kebaikan pula, kalau kita menanam keburukan maka keburukan pula yg didapat

11.Manuk hiber ku jangjangna jalma hirup ku akalna
Artinya:Gunakan akal dalam melangkah, buat apa Yang Maha Kuasa menciptakan akal kalau tidak digunakan sebagai mestinya
Aceh :
1.nibak taduek get tajak meurumpok akai bicara
Kiasannya,dari pada menggangur lebih baik bekerja.bekerja itu mendatangkan keuntungan .

2.harap bek meutuka, amanah bek binasa.
Maksundnya, amanah dan kepercayaan orang hendaklah dipelihara dan dipegang teguh.

3. pat ek tabeureukah aneuk panah .
Maksudnya, kemauan orang yang berbeda – beda itu sukar dapat di satukan. Apabila dikerjaan juga akan sia – sia.

4.sare tajak – jak takoh siteuk, sira taduek – taduek tacob keutima
Maksudnya, gunakanlah `waktu sebaik – baiknya untuk memperoleh hasil sebanyak – banyaknya.

5.tajak ube lot tapak, taduek ube lot punggong.
Maksudnya, uruslah diri sendiri dan jangan mencampuri urusan orang lain.

6.Cabak jaroe meuraseuki, geuhon gaki hana sapee na
Tangan yang rajin akan menghasilkan, kaki yang malas akan papa.

7.Nyang meulek cok sihah, nyang bagah cok sideupa
Yang lamban ambil sehasta, yang cepat ambil sedepa.maksudnya, yang lambat dapatnya sedikit, yang cepat dapetnya banyak

8. Syeeruga nyan diyup gaki Ma.
Surga itu dibawah telapak kaki ibu.
Arti daripada pepatah itu, menunjukkan bahwa ibu kita mendapat tempat yang teratas dalam pandangan agama, sehingga ditamsilkan seolah-olah surga itu ada dibawah telapak kaki ibu. Begitulah pentingnya manusia itu berbakti kepada ibunya, sehingga apabila seseorang itu durhaka kepada ibunya, Tuhan (Allah) tidak menyediakan surga kepada yang mendurhakai ibunya.

9. LAILAH HAILLALLAH, KALIMAH THAIBAH PAYONG PAGEE.
SOU NYANG AFAI KALIMAH NYAN, SEULAMAT IMAN DIDALAM HATEE.
Lailah haillallah, kalimah taubah payung kiamat.
Siapa yang hapal kalimah itu. Selamat iman didalam hatinya.
Artinya:
Ditamsilkan kepada seseorang hamba Allah yang taat mengerjakan ibadah, kepadanya akan diberikan balasan yang setimpal dihari kiamat sesuai dengan amal perbuatannya.

10.Umum geutanyo hana siuro simalam
Oleh sebabnyan taubat teu bakna.
Umur kita tidak ada sehari semalam
Oleh sebab itu, supaya bertaubatlah
Artinya:
Ditamsilkan umur manusia itu pendek sekali (sehari semalam).
Justru itu dianjurkan kepada manusia, supaya selalu bertaubat
kepada Tuhan (Allah).

11.Adat meukoh reumbong, hukom meukoh pureh.
Adat jeub beurangho takong, hukom hanyeut talanggeuh.
Adat berpotong rebung, hukum berpotong lidi.
Adat bisa saja dihindari, hukum tidak bisa dibantah.
Maksudnya:
Hukum Tuhan adalah hukum yang lebih sempurna daripada
ciptaan manusia. Oleh karenanya tak boleh diganggu gugat.

12.Abeh nyawong Tuhan tung
Abeh areuta hukom pajoh
Habis nyawa Tuhan yang ambil
Habis harta hukum yang makan.

Artinya:
Kemana saja kita pergi pada suatu saat kita akan dipanggil menghadap Tuhan.

13.Yoh na teuga taibadat
Tahareukat yohgoh matee
Selagi kuat beribadatlah
Berusahalah mencari rezeki sebelum mati.
Artinya:
Masa dan waktu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, untuk beribadat kepada Allah, disamping dipergunakan pula untuk mencari kebutuhan hidup. Pepatah ini berbentuk dua guna (dwi fungsi) boleh sebagai pepatah dalam penghidupan sehari-hari.
Flores :
1. Ubi manis bertuan, berpancang sembarang pancang
Dikatakan kepada seorang suami, yang tidak mampu memberikan nafkah batik kepada sang isteri.

2. Bertemanlah sesama hidup, (kalau) mati berkalang tanah.
Mengajak semua orang, supaya hidup lebih banyak berteman dan berdamai terhadap satu sama lain, karena di dalam liang kubur tak ada kedamaian atau persahabatan.

3. Rambut tampak mengkilap, mengkilap (karena) disiram minyam (rambut).
Berdandan berlebihan, supaya menarik perhatian pemuda atau pria.

4. Tabunganmu yang kotor (= mulut), tutupannya (= bibir) tak juga dibuka.
Dikatakan kepada orang yang sama sekali tidak pernah mengeluarkan suara, terlebih ketika welaqng gendang (yang berlangsung) semalam suntuk, dan sebagainya.

5. Sebelum kaki ditarik, lumpur serata pinggang.
(Akibat yang) tidak dapat dielak lagi, karena telah melakukan hal-hal buruk; sudah terlanjur.

6. Lemas karena kehausan, mati karena kelaparan.
Seorang yang ditimpa bencana dan tak dapat berdaya lagi.

7. Air telah memenuhi gembung, kayu telah menumpuki tenda.
Seorang perempuan yang telah mengandung, tanpa suami yang jelas.

8. Api telah berkobar, air telah membanjir.
Sedang dalam keadaan yang sulit terbendung lagi.

9. Pipi mengembung, muka merengut.
Merasa kesal dan kecewa.

10. Air mata belum berhenti, ingus pun belum kering.
Sedang berbelasungkawa atau sedang berduka.

11. Air sedang jernih, jangan menimbanya dengan mengaduk-aduk.
Keadaan sedang damai dan tenteram, jangan sekali-kali membuat resah.

12. Jagung dipotong, ubi dibelah.
Memperoleh rezeki sekecil apa pun, selali dibagi merata.

13. Saudari dan ipar di dalam rantai emas, dan bagai emas terlepas dari pegangan.
Saudarai dan ipar telah terlanjur perkara.

14. Kami berkepala untuk menjunjung, dan berpunggung untuk memikul.
Bersedia memikul dan menanggung beban yang diberi (oleh Anak Rana, hal jujur).

15. Tanah sudah diratakan, jangan dibuat tebing.
Situasi telah damai, jangan menimbulkan keretakan baru.

16. Anak-anak biasa membuat kesalahan, orang tua menjari jalan.
Kalau ada keretakan atau kesalahan yang dilakukan kedua belah pihak, jangan dibiarkan berlarut-larut dan orang tua harus mencari jalan damai.

17. Ditaruh pas di tanah, diletakkan persis di batu.
Tindakan yang mengena pada sasarannya.

18. Terlalu mengharapkan tempuling, padahal tombak tersalah tikam.
Terlalu berharap, tertiarap; akhirnya menemui kekecewaan.

19. Kepala belum terbentuk, ekor tidak tercipta.
Suatu masalah yang tidak berujung pangkal, atau sesuatu yang belum remi.

20. Menimbar air, sendiri yang meminumnya. Mengambil kayu, sendiri pula yang membakarnya hingga habis.
Seorang pria (suami) yang menetap di rumah (isteri), sampai akhir hayatnya.
Anak keturunan menjadi hak pihak Anak Rana.

21. Tidak menyentuh jantung, tidak mengena di hati.
Segala (sesuatu) tindakan atau perbuatan atau pemberian yang belum pantas.

22. Lempar batu, sembunyi tangan.
Seseorang yang bersembunyi di balik kesalahan seseorang.

23. Jangan sekali-kali percaya akan lemparan batu, dan kurasan tanah.
Jangan cepat percaya akan kabar burung sebelum menyelidikinya.

24. Maju kena, mundur kena.
Terpaksa harus menerima kenyataan (sudah tak ada jalan lagi).

25. Si tua yang sedang beraksi, bersolek di ambang pintu kubur.
Dikatakan kepada seseorang yang berusia lanjut, namun masih bertingkah supaya diminati gadis-gadis.

26. Sirih berdaun layu, akarnya perlu disiram.
Seorang wanita kesepian, yang memerlukan belaian seorang pria.

27. Kunjungan sang elang, ayam-ayam pada liar.
Kedatangan pemuda berandal, gadis-gadis pada menjauh.

28. Surat almarhumah, tertinggal setelah ditulis.
Orang mati meninggalkan pesan.

29. Orang yang berhati lembut, dan berperut lebar.
Orang yang sabar dan bijaksana.

30. Orang yang berperut lembut, dan berhati lebar.
Orang yang bijaksana dan sabar.

31. Serani di dahi, Rosario di leher.
Iman seseorang yang tidak didukung oleh kewajiban.

32. Meteran ada pemiliknya, kakus ada tuannya.
Suatu kasus yang diketahui penanggung jawabnya.

33. Seolah-olah ditahan tonggak, bagai ditadah cagak.
Seseorang yang selalu menantang, apa saja yang dilontarkan kepadanya.

34. Sepandai-pandai menyembunyikan tumit, tetapi kelihatan celah-celah jari.
Biar pandai menyembunyikan kesalahan, pasti akan diketahui umum.

35. Pasti sang jantan berada di sana, ketika sang betina akan kembali.
Pasti telah terjadi drama percintaan antara kedua muda mudi itu.

36. Berdiri sama sebaris, tegak sama sejajar.
Secara bersama-sama menghadapi (Wina-wai Rana-laki dsb).

37. Banjir memenuhi kali, ke mana harus lewat.
Menemui jalan buntu.

38. Gadis di sebuah pendopo, tampak bertampang lebar.
Menyindir seorang gadis bermuka lebar yang sedang duduk di sebuah pendopo (supaya diminati para pengunjung suatu keramaian).

39. Ayam di bubung situ, mengamati ayam (betina) di bubung sana.
Menyindir seorang pemuda yang sedang mengamati terus salah seorang gadis (biasanya pada keramaian).

40. Cepat-cepat berlari ke depan, tiba-tiba jatuh bagai dibanting.
Orang yang terlalu terburu-buru hendak mendapatkan sesuatu, akhirnya celaka bagi dirinya sendiri.

41. Walaupun menguntit, kami berpendirian.
Si gadis yang mempunyai pendirian sendiri, walaupun dibuntuti oleh sang pria.

42. Meninggalkan tikar, melepasi bantal.
Meninggalkan isteri atau suami (oleh suatu percekcokan, dsb) tanpa perundingan (dan bila bersatu kembali harus diganjar dengan denda babi atau kuda).

43. Penghubung mulut Anda, penyambung lidah kalian.
Hanya sebagai perantara atau pelaksana di balik si penanggung jawab.

44. Engkau yang menjatuhkannya, engkau pula yang menggulingkannya.
Engkau yang bertanggungjawab penuh atas kematian ini (tentang pembunuhan).

45. Dari sebuah lereng, memperhatikan ke arah dataran.
Seseorang yang sedang mengamati sesuatu dengan leluasa dari tempat stretegis.

46. Kapan janji kita, menanti petik jali.
Sepasang insan yang menjanjikan pernikahan di musim potong jadi.

47. Orang yang melahirkan pada saat bulan gelap.
Dikatakan kepada orang yang bodoh.

48. Orang yang melahirkan di waktu bulan purnama.
Dikatakan kepada orang yang pandai.

49. Elang menyimpan dendam, karena ayam memasuki rumah.
Seorang pemuda yang merasa dendam, karena sang gadis idaman menolak cintanya.

50. Nasi telah membasi, sayur telah membau.
(Anak-wina) telah melanggar janji sehingga pihak Anak-rana dirugikan atas persiapan makanan (Anak-wina didenda setinggi-tingginya seekor kuda).

51. Ada pantas orang itu berkepala dua.
Dikatakan kepada seseorang yang berperilaku seperti orang gila atau sinting.

52. Ke situ hiruk-pikuk, ke sana huru-hara.
Hanya mengakibatkan kericuhan.

53. Supaya kampung halaman menjadi semarak, rawatlah dengan baik.

54. Kepala-kepala bersatu, kaki-kaki berlunjur.
Menggalang persatuan dan kesatuan dalam menghadapi problem apa pun.

55. Tangan tergenggam, mata terkatup.
Dikiaskan kepada orang yang meninggal.

56. Membungkus tebal, menggali dalam.
Ikut melayat dan berbelasungkawa atas kematian seseorang disertai pemberian kain hitam untuk membungkus mayat termasuk penguburan.

57. Bergayalah selama masih hidup, kalau mati pun akan menjadi tanah.
Boleh bersenang-senang selama masih hidup, karena tak akan menikmatinya lagi bila telah mati.

58. Bermulut kepiting, berahang katak.
Orang yang pandai bersilat lidah, atau memutarbalikkan keadaan.

59. Tajak tajam, tanah merah.
Sang pria yang hendak menikahi seorang janda, terdahulu harus menyediakan seekor kuda pelepas janda (sebagai perestu).

60. Sang nenek di dalam kamar, sedang mengap memakan ubi (rebus).
Menyindir seseorang yang egois, misalnya, makan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi.

61. Kelenjar (bengkak) memenuhi ketiak, kudis memenuhi paha.
Dikatakan kepada seseorang yang lamban, malas, pengecut, dan lain sebagainya.

62. Terpotong di ujung jari, membengkak di ketiak.
Menjelekkan orang lain, namun menutupi kesalahan sendiri.

63. Orang yang melahirkan kaki ke bawah.
Orang yang melakukan perbuatan janggal atau berlawanan.

64. Pisang peram, tebu tebangan (yang telah menua).
Suatu problem yang sudah saatnya terungkap.

65. Engkau telah bermanis pisang, kau pun telah bermanis madu.
Membujuki seseorang untuk mengikutinya (yang sebenarnya orang itu bukan haknya) sehingga si pembujuk dituding.

66. Menjadi dua, karena engkau – menjadi tiga, engkau penyebabnya.
Anda sebagai biang keladinya atau sebagai penghasut (pemberi jalan berlawanan).

67. Berangan-angan tak terbayang, menggapai-gapai pun tak tersampai (terjangkau).
Menemui jalan buntu, tak tercapai apa yang diinginkan.

68. Tidak mengenal malam, tak (dapat) membedakan siang.
Melaksanakan suatu kegiatan tak henti-henti baik siang maupun malam.

69. Berbicara, harus ada baranya, ada pula nyalanya.
Menanggapi atau menyimpulkan sesuatu perlu kelunakan di samping kekerasan.

70. Berkebun kongsi, berpondok gabung.
Dikatakan kepada seorang isteri yang mempunyai kekasih gelap.

71. Menjadi bapak untuk semalam, dan menjadi ibu untuk sehari.
Menjadi pimpinan marga (dan sebagainya) hanya untuk sementara.

72. Berpondok di pinggir hutan ada tujuannya.
Seseorang yang membuat pondok di pinggir hutan dinilai gampang menyembunyikan kesalahan.

73. Di malam hari tampak tampang berminyak, di siang hari kelihatan jelek.
Dikatakan kepada seorang gadis yang bersolek di waktu malam sehingga kelihatan menarik, ternyata setelah dilihat pada siang hari berwajah jelek. (Sindiran di waktu keramaian yang dilangsungkan malam dan siang).

74. Meminum kencing anak, memakan kotoran isteri.
Dikatakan kepada orang yang pengecut dan tidak menunjukkan kejantanannya.

75. Salah memasang tambak, belut laut pun lolos.
Seorang wanita yang mengharapkan kehadiran seorang laki-laki, namun akhirnya dia dikecewakan. Sudah salah langkah pasti tak akan berhasil.

76. Mulut seumpama bubu, lidah bagaikan pelangi.
Dikatakan kepada orang yang sombong dan besar hati lagi pongah.

77. Engkaulah pangkal pahanya, juga penyakit dan yang ditaburkan.
Engkau pokok pangkalnya, engkau pula penanggung jawabnya.
Batak :
* Aek manuntun lomo angka tolbak gadu-gadu
( Meandering streams will not sustain a rice padi )
Artinya; Air mengalir sesukanya, pematang sawah menjadi runtuh.

* Agia malap-alap, asal ma di hangoluan
( We may suffer, but only in this life.)
Artinya; Biar menderita asal hanya dalam kehidupan

* Binuang-binuang ganda, holit-holit mago
( Generosity produces abundance. Stinginess produces destitution.)
Artinya; Semakin murah memberi, semakin berlimpah. Semakin kikir, semakin tidak punya
Makassar :
Teako attinroi punna tena natangkasa kalennu siagang atinnu. Teako a'jappai punna tena nuboliki katallassannu ri patanna linoa. Anjo kakodianga aa'rurungangi kabajikanga. Ikatte mami ammilei kerea ero' ri pinawang...

jangalah tidur jika belum bersih tubuhhmu dan suci hatimu. Jangan berjalan bila tidak menyimpan kehidupanmu kepada Sang Khalik. Karena keburukan berbarengan dengan kebaikan. Andaslah yang memilih, mana yang akan dikuti...

Su'jukku teai ulunna bawang, pasu'juki atinnu siagang akkala'nu. Tena ruanna, tena singkammanna Karaeng Allah Ta'ala. Nu angkaki limannu nanu lappassang anne cinnanu rilio. Saba' niami Karaeng Allah Ta'ala antayangko nanu sa'bumi KalompoanNa....

Bersujud Bukan Kepada saja, sujudkan hati serta akalmu. Tidak ada duanya, tidsak ada samanya Gusti Allah SWT. Engkau angkat tanganmu, lalu melepaskan cinta duniamu, Karena Tuhan sudah menunggumu, lalu negkau menyebut-Nya...

Je'ne Sambayang anjari pa'bissa kalennu. Zikkiri anjari pa'bissa atinnu. Tafakkoro'nu anjari pa'bissa pikkirannu. Sukkuru na ikhlaska anjari pa'bissa cinnanu rilinoa. Sa'bara anjari pa'bissa kalarroannu....
Wudhumu akan jadi pembersih Tubuhmu. Dzikirmu akan jadi Pembersih hatimu. tafakurmu akan jadi pembersih Pikiranmu. Syukur dan Ikhlas menjadi pembersih kecintaanmu pada dunia. Sabar menjadi Pembersih Kemarahanmu...
Manna Ronro linoa, gesara butta maraeng, Tu Mangkasaraka Abulo sibatang tonjo, accera' sitongka-tongka tonji..
Biarlah geger Dunia, Becerai berai negeri seberang, Orang Makassar, bersatu padu, bertanah air satu jua...
Le'ba kusoronna biseangku, kucampa'na sombalakku, tamassaile punna teai labuang

Bila perahu telah kudorong,layar telah terkembang, takkan ku berpaling kalau bukan labuhan yang kutuju.

Ku alleangi tallanga na toalia

Lebih baik tenggelam dari pada kembali (latar belakang kata tersebut dari seorang pelaut yang telah berangkat melaut)

Eja pi nikana doang..

Seseorang baru dapat dikenali atas karya dan perbuatannya

Teai mangkasara' punna bokona loko'

Bukanlah orang Makassar kalau yang luka di belakang. Adalah simbol keberanian agar tidak lari dari masalah apapun yang dihadapi.

Oe ana’ku… a’ngu’rangiko, nia’ antu tallu cappa (cappa Lila, cappa laso na cappa badi') nuerang, Punna joengko ri bori maraeng, jagai baji-baji tallu cappaka. I kau assawala iyareka su'lu, battu rikauji antekamma gionu siagang tallu cappa nueranga.

Duhai anakku... ingatlah selalu, ada tiga ujung (ujung Lidah, Ujung Kemaluan dan ujung Badik) yang harus kau bawa sebagai bekal Kalo dikampungnya ko orang jaga baik-baik tiga ujung itu. Kau akan jadi untung atau merugi, tergantung bagaimana kau berperilaku dengan tiga ujung yang kau bawa.

Manna Intang Ballanu, Bulaeng Co'corannu, tamanaika ka iratei la'baku.. La'baku sibungkeng. Pa'risikku sikapoyang. Jene matangku ma'solong si lepa-lepa...

Walau Intan Rumahmu. walau emas titian tanggamu, aku tak mau naik, karena diataslah kesedihanku... Kesedihanku menumpuk, sakit hatik segenggam, Air mataku mengalir seperahu...


Sa’ribattangaji tojeng . Iyaji kalli majarre. Pindu cikali. Naempoi ranggasela...

Saudara yang sebenarnya adalah saudara sekandung. Merekalah yang pantas menjadi pelindung. Sepupu satu kali atau dua kali masih diragukan kesetiaannya.

Apayya kau nupasang Punna nakku ri ammatnu. Inakke iya Anginga punna lammiri...

Kepada siapa engkau akan berpesan, jika engkau rindu kepada ibumu. Adapun saya akan berpesan kepada angin yang akan bertiup...

Punna bokomo lampaku Teako rampea kodi Rampea golla Nakurampeko kaluku...

Jika aku sudah meninggalkan tempat Jangan membicarakan kejelekanku Bicarakanlah kelakuan baikku Saya pun akan berlaku demikian..

Lompobattammonjo cini Ti’rinna bawakaraeng Iya tea gio Iya tena ta’lenggang-lenggang...

Tirulah gunung Lompobattang Tinggi menyamai Bawakaraeng Tapi dia tidak banyak gerak Juga tidak melenggok-lenggok...

Niaka anne mammempo Angngerang kasi asiku Saba' nia'na Hajjakku lakupabattu....

Kamilah datang menghadap Membawa kemiskinanku Adanya hajat Inginlah kusampaikan...

Kamase-mase kuerang Taddongko rimangko kebo Naki'minasa Nipaempo kalabbirang...

Sederhana kami bawa Kutaruh di mangkuk putih Kami berharap Didudukkan pada adat...

Apa nikanre ri anja Nikaddo ri padatari Sambayangiya Puasa sibulangiya...

Apa yang akan disantap di akhirat Lauk pauk di alam baqa Adalah shalat Dan puasa satu bulan ramadhan