AKU LAH RERUNTUHAN EMOSI?
Wahai pagi yang ku nanti...
Bilakah engkau segera menyingsing?
Aku lelah sendiri dalam kesunyian ini
Aku lelah harus selalu dikejar oleh keegoisan manusia
Wahai pagi...
Bilakah kau segera datang
Aku lelah jika aku harus selalu duduk dalam kesepian
Tetapi harus selalu berjumpa dengan kisah pahit yang selalu dikuak orang
Seakan akan...Semakin larut waktu...semakin membludak rasa kuat dari dadaAku bagian dari reruntuhan emosi..menjiwa,.. menerka.. aku bagian dari kerapuhan hati..
dalam gerak lingkup yang sempit..
Yang memang harus hancur sesegera mungkin
Karena seolah tak tahan lagi berdiri tegak di tengah arus kehidupan
Aku adalah puing-puing yang tak pantas untuk di satukan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan komentar nya ya?